Friday, March 7, 2014

TJ 7 Mac 2014 (5 Jamadil Awal 1435) : 25. AL MUDZIL ( المذل ) YANG MAHA MENGHINAKAN (MAKHLUKNYA), TANDA MENDAPAT PETUNJUK ALLAH

Tazkirah Jumaat
7 Mac 2014 (5 Jamadil Awal 1435)


25. AL MUDZIL ( المذل ) YANG MAHA MENGHINAKAN (MAKHLUKNYA )

Artinya : Dzat yang maha menghinakan, yaitu menghinakan kepada semua hamba-hambaNya yang dikehendaki. Dimana hamba-hamba yang sudah dihinakan oleh Allah tidak ada seorangpun yang bisa memuliakannya.

DIALAH Yang Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan. Orang yang dimuliakan berarti mendapat kebanggaan atau kemuliaan ('izzah), namun kemuliaan yang diperoleh dari Allah berbeda dengan kebanggaan yang dibayangkan oleh manusia sebagai hal yang sepantasnya mereka dapatkan. Kebanggaan dan kemuliaan orang yang dimuliakan oleh Allah bukanlah kebanggaan demi kebanggaan semata, tetapi penghargaan kepada kemuliaan yang diberikan kepada mereka dari Zat yang memberikan kemuliaan tersebut. ( mudah mudahan aku diberikan kemudahan untuk dapat mencerna kata kata ini ).

Orang yang diberikan kemuliaan oleh Zat yang Maha Mulia tetaplah sebagai manusia, mereka tetap membutuhkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia namun bedanya mereka selalu melakukan hal hal yang halal dan baik. Hal tersebut disebabkan karena Allah memberikan kebijaksanaan dan kesenangan dalam mendapatkan kebutuhan dan kebahagiaan di dunia ini dengan keridhaan NYA. Hamba hamba Allah tersebut tidak akan menyimpang dari izin dan keridhaan Allah meski itu berarati kematian bagi mereka, karena dalam anugrah Yang Maha Mulia kepada orang yang dimuliakan terdapat perlindungan dari kemungkinan mengingkari anugrah Tuhan itu.

Kemuliaan yang kita nisbahkan kepada diri kita sendiri atau yang dinisbahkan oleh mahluk yang lain merupakan bencana yang akan merusak hakikat kita, membuat kita membayangkan bahwa kita berada dalam keadaan yang bukan merupakan keadaan kita sendiri. Pengenalan terhadap diri sendiri akan membimbing orang tersebut kepada Tuhannya. Orang yang tidak mendapatkan kemuliaan dari Allah terbakar hatinya oleh hasrat dunia.

Orang yang hanya meminta dan berharap kepada Allah mengetahui bahwa semua kemuliaan adalah milik Nya dan hanya mungkin datang dari NYA. Sedang orang yang beranggapan bahwa semua ditentukan oleh dirinya maka, dirinya sendiri lah yang menjadi pelindungnya. Tidaklah terbayangkan bagaimana kelak jadinya diri kita tanpa pelindung yang sebenar benarnya Pelindung kita.

Hamba yang memiliki sifat al muizz adalah orang beriman, yang banyak mendapat kecukupan dari Allah dan yang tidak meminta lagi kepada yang lain. Dia diberikan kekuatan untuk mempertahankan diri dari kejahatan dan hawa nafsunya. Dia dimuliakan karena menjadi sabahat Allah, naik ke puncak kemuliaan dan keberuntungan tertinggi dan keadaannya itu terlihat oleh seluruh mahluk.

Jika seseorang merasa kaya tanpa berharta, kuat tanpa harus bersenjata dan berotot, mampu mengalahkan dirinya untuk membantu orang lain yang harus berhadapan dengan musuh yang kuat dan teraniaya maka itulah hamba yang memiiki sifat al muizz, ia akan terlihat kuat dan terhindar dari rasa takut terhadap musuh musuhnya.

Sedangkan Hamba yang memiliki sifat al mudzill adalah orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya dan merasa iri terhadap orang lain, maka dialah hamba dari hawa nafsunya sendiri. Ia merupakan contoh dari hilangnya sifat sifat yang normal dalam diri manusia.

http://khazanahislamku.blogspot.com/2013/01/25-al-mudzillu-maha-menghinakan.html

“YA MUDZIL”

1. Baca 75 kali, kemudian solat, dan dalam solat disebutkan nama orang yang ditakuti, insha Allah akan aman daripadanya.

2. Baca 1000 kali tiap-tiap hari selama tujuh hari, insha Allah akan ditolakkan musuh daripadanya.

3. Perbanyakkanlah zikir ini setiap hari, sekiranya ada orang berhutang kepada kita & sukar untuk memintanya, InsyaAllah si penghutang akan sedar & membayar hutangnya kembali.


TANDA MENDAPAT PETUNJUK ALLAH

Sabda Rasullullah yang bermaksud: "Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, nescaya Ia bukakan kunci hatinya dan mengisikannya dengan keyakinan dan kepercayaan yang kukuh, Ia jadikan hatinya waspada terhadap liku-liku hidup yang dijalaninya, Ia jadikan hatinya sihat sejahtera dan  lidahnya bercakap benar dan perangainya baik/mulia dan  Ia jadikan telinganya mendengar dan matanya melihat yang baik" (diriwayatkan oleh Abu Syeikh dari Abi Zam)

Huraian : 

Tanda-tanda seseorang manusia itu sedang dibimbing Allah ke arah jalanNya yang lurus atau kearah agama Nya yang suci ialah :

Allah membuka pintu hatinya dan membedahkan segala hijab-hijab kelalaian dan kejahilan, kemudahan hati yang terbuka itu dipancarkan dengan cahaya iman,cahaya cintakan Allah dan cahaya ma'rifatNya yang suci.

Kemudian hati yang dipancarkan dengan kecintaan dan ma'rifat itu akan dihiasi pula dengan kayakinan dan kepercayaan yang kukuh dan utuh, dan tidak tergoncang oleh fitnah-fitnah dunia.

https://www.facebook.com/pages/Islamic-Articles/

No comments: